Senin, 04 Mei 2009

HUJAN TAK DI RASA PANAS TAK MENGAPA

TIDAK ADA PILIHAN LAIN LAGI SELAIN MENGEMIS,DEMI HIDUPKU.TANDAS PRIA PARU BAYA BERAMBUT UBAN TANPA SANDAL.
Mengemis bukanlah hal yang biasa atau pun luarbiasa bagi kehidupan pak sumahidin tetapi merupakan suatu target dalam kehidupan.di selah-selah ramainya malioboro di panas terik matahari,nampak seorang paru baya sedang mengadu nasibnya menanti belas kasihan dari orang di sekitarnya dia adalah sumahidin warga RT 02 RW 03 condong catur depok sleman Jogjakarta.
Ketika di ketemui secara langsung di jalan malioboro pada sabtu,18-04-09 jam 12 siang,ayah beranak tiga ini mengaku bahwa pekerjaan mengemis ini di lakukan sejak tahun 1998 di mana perekonomian di Indonesia di lanada krisis moneter,”tidak ada pilihan lain selain menanti uluran belas kasihan dari orang lain”pinta sumahidin yang Cuma tamatan SD ini.
Jam lima pagi adalah waktu yang tepat bagi bapa berusiah 45 tahun ini untuk melaksanakan aktifitasnya.jarak yang di tempuh sangatlah jauh tapi tidak bagi”Din” sapaan sehari-hari,walaupun dengan berbekalkan sepeda ontel Sumahidin tetap semangat sampai tempat tujuan
Ketika disinggung akan penghasilan ayah beristri satu ini dengan raut wajah yang kerut,tanda keras hidup ini mengatakan sebulan penghasilan yang didapat hanya lima puluh ribu rupiah,tegas orang yang sampai sekarang belum pernah merasakan kebijakan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan dengan diadakan bantuan langsung tunai (BLT) “Pa Din adalah orang yang tidak pernah merasakan BLT tegas sudiro yang merupakan teman dekat pa Din. Tolonglah perhatikan nasibnya serta orang miskin lainnya,jangan Cuma menebar janji disaat kampanye “sinis pa Sudiro,entah siapa yang dituju.

By Gaga Sallo/ 153070036

Tidak ada komentar: